Wamena- The Heart of Papua

???????????????????????????????Saya tidak bisa menggambarkan bahagia yang saya rasakan ketika akhirnya berhasil menginjakan kaki di jantung Papua ini.   Seperti ungkapan yang berasal dari bibir seorang teman “Pokoknya kamu harus ke Wamena, kamu belum ke Papua jikalau belum ke Wamena”.

Iya. Mimpi itu akhirnya terjawab. Tidak ada yang lebih indah dari pencapaian sebuah mimpi. Meski tidak sempat meneruskan perjalanan ke perkampungan jauh di daerah pedalaman dengan menggunakan pesawat MAF atau AMA, saya cukup merasa puas, saya berhasil menjelajahi daerah perkampungan di lembah Baliem.

Apa yang spesial dengan Wamena? Seorang teman pernah mengucapkan kalau kebanyakan orang yang datang ke Wamena tidak pernah pulang dengan utuh, banyak orang yang meninggalkan hatinya untuk Wamena.  Banyak tempat dengan pemandangan spektakuler di Dunia tetapi yang membuat Papua Wamena lebih spesial adalah selain keindahan alamnya, terdapat Honai dan Koteka.

Apa itu Honai? Honai adalah rumah masyarakat Papua yang beratapkan ilalang dan berdinding papan, dan berlantaikan tanah beralaskan rumput. Ukurannya tidak terlalu besar sekitar 3×3 atau 3×4 meter.  Dahulu Honai laki-laki dan perempuan dipisah, mereka tidak boleh tinggal di dalam satu Honai (rumah). Namun sekarang, khususnya keluarga muda, tidak lagi terpaku dengan aturan tersebut, banyak suami istri yang tinggal dalam satu rumah.

IMG_0095Trus, apa itu koteka? Koteka adalah sejenis kulit labu berbentuk memanjang yang menjadi penutup kemaluan laki-laki Papua.  Laki-laki Papua Wamena zaman dahulu (sekarang masih ada tetapi jumlahnya sangat sedikit) hanya menggunakan koteka. Mereka tidak mengenakan baju atau pakaian seperti yang anda kenal sekarang. Sementara perempuan Papua zaman dahulu tidak menggunakan baju dan penutup dada.

Bagaimanapun pembangunan terus melangkah pasti memasuki daerah-daerah pedalaman Papua. Arus modernisasi tidak lagi terelakan. Di beberapa kampung, Honai sudah tergantikan dengan rumah papan atau tembok beratapkan seng.   Saat ini jikalau anda berjalan-jalan di daerah perkampungan di lembah Baliem, anda masih akan menemukan laki-laki tua yang mengenakan koteka, tetapi mungkin 20 tahun lagi, pemandangan serupa tidak akan bisa lagi anda saksikan

Apakah mereka menyukai perubahan ini? Banyak masyarakat mengatakan iya. Pembangunan telah membawa beberapa kemudahan dalam kehidupan mereka.  Mereka menyukai adanya mobil sebagai alat transportasi dibanding dengan situasi dulu sewaktu mereka harus berjalan kaki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s