Layanan ‘Super’ dari Jamsostek

Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang populer dengan sebutan Jamsostek adalah program dari perusahaan milik negara untuk memberikan jaminan sosial ekonomi kepada masyarakat.  Sepengetahuan saya, setiap perusahaan wajib untuk mendaftarkan karyawannya kepada layanan Jamsostek.

Sebagai “wondering soul”, pribadi kreatif dan bebas, saya tidak pernah menetap di satu perusahaan apalagi di satu daerah. Saya adalah nomaden, hidup berpindah dari satu kota ke kota yang lain bahkan juga ke luar negri.  Kesulitan terbesar hidup sebagai pengembara adalah ketika harus berurusan dengan birokrasi aturan kependudukan, hal ini terkait dengan alamat dan KTP.

Beberapa waktu lalu transaksi kartu kredit saya ditolak, dikarenakan transaksi tersebut harus saya konfirmasi terlebih dahulu lewat HP, sedangkan nomor HP yang terdaftar sudah tidak aktif lagi. Nomor HP tersebut mati ketika saya menjadi penduduk nomaden diluar Indonesia dan tak sengaja kartu saya kebawa sehingga ketika saya kembali kartu simpati saya sudah tidak aktif lagi.

Saya memiliki dua  kartu Jamsostek dengan keanggotaan lebih dari lima tahun. Saya tidak lagi bekerja dengan perusahaan A dan B tersebut. Bahkan saya sudah bekerja kembali dengan perusahaan C dan kembali memiliki kartu anggota Jamsostek dengan nomor baru. Saya tidak mengerti kenapa perusahaan yang baru tidak mau menggunakan kartu Jamsostek saya yang lama, meski saya sudah memberitahukan nomornya.

Kakak saya menyarankan agar saya menarik uang saya di Jamsostek.  Perusahaan yang lalu mengikutkan saya dalam program JHT “Jaminan Hari Tua”.  JHT ini dibayarkan 2% oleh tenaga kerja dan 3,7% oleh perusahaan dari total gaji.  Perusahaan A dan B digabung, 5 tahun lebih, jumlahnya pasti lumayan, saya tergoda.  Kembali kakak saya memberikan nasihat ampuhnya, dia bilang lebih baik uang itu saya tarik, saya kelola sendiri dibanding dikelola oleh Jamsostek.  Tentu uang saya berkembang di Jamsostek, tetapi jikalau uang tersebut saya investasikan dalam bentuk emas murni atau jenis investasi lainnya, dalam jangka panjang tentu hal tersebut menguntungkan.

Alamat saya di kontrak kerja ada di kota A, B, C. Alamat di KTP di kota C. Saat ini saya lagi bekerja di kota K. Tetapi saya sedang libur mengunjungi orang tua saya di kota F. dan saya akan menguangkan Jamsostek saya di kota F tersebut. Hmmmm…. Semoga ini tidak akan membuat si petugas di kantor Jamsostek pusing.

Saya datang ke kantor Jamsostek untuk melihat syarat pencairan JHT, berikut adalah informasi yang saya dapat:

1. Kartu Anggota Jamsostek, Asli dan fotokopi.

2. KTP, asli dan fotokopi

3. Kartu Keluarga, Asli dan Fotokopi

4. Surat pengalaman kerja dari perusahaan sebelumnya, asli dan fotokopi.

5. Buku tabungan, Asli dan fotokopi.

Satu yang perlu anda ketahui, meski saya hidup nomaden, tetapi saya menyimpan dengan baik semua dokumen saya. Dokumen tersebut dibungkus rapi dan disimpan di loket berbayar di sebuah Bank.  Saya punya semua berkas yang menjadi persyaratan.

Esok harinya, saya datang pagi-pagi sekali, ada tiga petugas, dua orang sudah melayani nasabah, dan satu meja masih kosong, saya segera duduk kesana.

Saya menyerahkan semua berkas ke si mba petugas. Dia masih muda, manis, tetapi serius dan tegas. Dengan hati-hati dia periksa semua berkas saya. Tak lama kemudian dia menanyakan apakah saya masih menyimpan kontrak kerja di perusahaan B? saya mengangguk, dan langsung menyerahkan dokumen yang dia minta. Dia membaca dan menanyakan apakah saya sudah memfotokopi kontrak kerja tersebut, lagi-lagi saya mengangguk dan menyeerahkan kopian kontrak kerja yang dia minta.

Setelah semua ok, dia menyerahkan form untuk saya isi.  Dia juga mengembalikan KK, Buku Bank, dan KTP asli. Kemudian dia menyerahkan print-an saldo Jamsostek saya dan menunjukan angka yang akan ditransfer. Total waktu kurang dari 15 menit.  Dia bilang selesai dan besok uang bisa saya terima.

Dan benar, pagi hari, ketika saya tengah menikmati secangkir kopi panas, sekitar jam 8.30, HP saya berbunyi, sms Banking dari Mandiri. Dan yup, uang masuk dari Jamsostek.  Jumlah yang cukup fantastis.

Hal ini sungguh di luar dugaan saya. Awalnya saya berfikir Jamsostek akan ribet dan bertele-tele. Ternyata saya salah. Pengalaman saya berurusan dengan Jamsostek menyenangkan; efisien, sigap, professional.

Bagaimana dengan anda, apakah pernah berurusan dengan Jamsostek? Atau anda bermaksud untuk mencairkan dana JHT anda? Semoga anda juga memiliki pengalaman yang menyenangkan seperti saja.

RF, Juni 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s