Sahabat sejati: memberi harapan disaat anda kehilangan

Di dalam hidup kita bertemu dengan orang yang tidak kita sukai, dan juga dengan orang yang kita sukai. Ada orang yang cuek dan ada orang yang peduli.  Tidak ada orang yang benar-benar sendiri dalam hidup.  Jika anda renungkan anda pasti memiliki orang dengan dua ciri ini dalam hidup anda.

Tahun lalu adalah tahun yang agak berat dalam hidup saya.  Tahun tersebut adalah tahun dimana saya kehilangan motivasi dalam hidup.  Percayalah tidak ada orang yang ingin kehilangan motivasi dalam hidupnya.  Kehilangan motivasi adalah bagaikan hidup tetapi mati.  Anda kehilangan makna dan arti dalam hidup, anda menjadi malas melakukan apapun, produktivitas anda lemah, anda tidak lagi memiliki mimpi dan ambisi.  Dalam keadaan seperti ini, anda akan cenderung ditingggalkan.  Tidak ada yang mau bekerjasama dengan anda, tidak akan ada yang akan mau memperkerjakan anda, dan jikalau pun ada, andanya yang tidak mau bekerja.

Dalam kasus saya, saya tidak mau bekerja.  Dan Ketika saya bekerja performa saya jelek. Saya bingung ketika semua orang sibuk dan hidup mengejar mimpi.  Saya sepi, sendiri, dan merasa kalau saya adalah makhluk yang sulit dipahami di dunia ini.  Saya tidak paham diri saya.  Tetapi saya beruntung karena saya memiliki teman yang paham akan saya. Dia sangat mengerti situasi saya.  Secara tidak langsung dia memberikan motivasi.  Dia memberikan tugas yang membuat saya berpikir ulang mengenai kondisi saya.  Dia menghubungkan saya kepada jejaringnya, orang-orang jenius Indonesia, orang-orang dengan pencapaian diatas rata-rata, orang-orang yang berjuang dan berkarya dikarenakan passion mereka untuk menghasilkan yang terbaik demi kehidupan manusia yang lebih baik.

Dia sosok yang pintar, bahkan, jenius.  Dia sudah memiliki berbagai gelar akademik, bahkan hingga tingkatan tertinggi, baik dalam dan luar negri. Dia adalah orang yang sudah menjelajahi berbagai negara di berbagai benua di bumi ini, dan terlepas dari semua capaian dia, dia orang yang sangat humble yang pernah saya temui.  Dia orang yang sangat penyanyang, peduli, dan perhatian. Jika banyak teman meninggalkan anda pada situasi sulit, dia berbeda, dia justru meluangkan lebih banyak waktu untuk saya, dan berusaha mendorong saya keluar dari situasi saya tersebut.  Dia tidak menceramahi, tetapi dia leading by example.   Setahun sudah berlalu, saya masih bergulat dengan diri saya, memahami sumber kemalasan yang tidak saya fahami, berusaha menemukan kembali passion dan semangat saya dalam bekerja, tetapi disisi lain, terlepas dari ketidakproduktifan saya, saya juga memiliki pencapaian yang orang dengan ambisi tertinggi pun belum tentu bisa mencapainya.

Saya memiliki beberapa pencapaian yang membuat orang di sekeliling saya berdecak kagum, tetapi saya merasa apa yang saya dapatkan bukanlah usaha maksimal saya, dan saya tidak akan segan mengakui kalau hal tersebut adalah karena dukungan dan juga kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh teman saya tersebut. Dia sosok yang benar-benar tulus, sulit bagi kita untuk menemukan orang seperti itu di dunia ini.  Dia tidak pernah mengejar yang namanya karir, jabatan, kekuasaan ataupun uang.  Bagi dia hidup itu sederhana, hidup adalah memberikan karya terbaik yang bisa kita lakukan, menolong kawan dan orang lain yang tengah kesusahan. Dia tidak pernah menginginkan maju seorang diri, dia akan berusaha menarik orang lain untuk ikut sukses di sampingnya.   Saya belajar banyak nilai-nilai hidup darinya, nilai-nilai yang tidak saya dapatkan dikeluarga ataupun di lingkungan pertemanan saya dengan lainnya. Nilai-nilai yang berusaha untuk saya jalankan, menjadi pribadi yang sederhana tetapi dengan terus memberikan yang terbaik bagi nusa bangsa dan lingkungan di sekitar kita.  Saya ingin belajar menjadi tulus sepertinya,  dan juga membantu orang lain sebagai halnya dia membantu saya.

Tahun ini, rasa malas yang tidak bisa saya jelaskan telah berkurang, secara perlahan saya kembali menemukan motivasi yang hilang. Dan bahkan untuk tahun ini, teman saya tersebut masih ada di samping saya, memotivasi saya dengan caranya. Menunjukkan kepada saya kalau saya bisa melakukan hal hebat seperti yang dia lakukan.   Saya tidak pernah mengucapkan terima kasih kepadanya, tetapi saya yakin kalau dia memahami kalau bagi saya dia adalah sahabat yang terbaik.  Saya menuliskan ini sebagai pengingat, dan juga dikarenakan saya tidak mampu mengatakan terima kasih secara langsung padanya.

Saya menuliskan ini, sebagai pengingat kalau saya harus menjadi seperti dirinya. Saya juga harus mampu menjadi sahabat yang baik bagi orang lain.  Jangan sampai saya meninggalkan teman dan sahabat dimasa terburuknya, tetapi seharusnya saya ada disisi mereka dengan sabar, dan memberikan kepercayaan penuh disaat dunia bahkan dirinya sendiri tidak percaya padanya.  Memang benar bahwa hidup itu indah ketika kita berbagi.

Sayang sekali ketika nilai cinta kasih, saling berbagi telah terkikis oleh kemajuan zaman, zaman yang mengagungkan nilai materi, yang membuat kita mengejar sesuatu yang tidak akan pernah membuat kita puas, sehingga kita tidak lagi memiliki cukup waktu untuk orang-orang di sekeliling kita, boro-boro untuk menolong mereka.   Kepercayaan teman saya telah membangkitkan kembali rasa percaya saya terhadap diri saya, dan telah mengembalikan kembali motivasi saya yang pernah tenggelam. Untuk sahabat saya tersebut saya berterimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s