Sudahkah anda menjadi teman yang baik?

 

 

o-FRIENDS-facebook

friendships

Saya memulai pagi dengan membaca beberapa artikel mengenai menjadi bagaimana cara menjadi teman yang baik.  Kenapa saya melakukannya? Karena saat ini saya sedang memikirkan satu orang sahabat, yang entah kenapa saya merasa kalau dia berubah.  Memang ada banyak perubahan besar dalam hidupnya, dia baru saja menjalani operasi bedah otak, tetapi syukurlah hal tersebut tidak terkait dengan kanker dan tumor.  Dia sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasa tetapi saya merasa ada yang hilang darinya, spontanitas dan sikap cuek yang sudah menjadi ciri khasnya.  Dia cuek, dan sangat cuek, yang membuat kita tergoda untuk mengatakan ha-hal yang seharusnya tidak kita katakan, kita menggodanya, kita mem-bully-nya.  Sadar atau tidak terkadang kita agak sedikit kejam dengan teman kita sendiri. Selama ini dia selalu menanggapi semua hal dengan santai, tetapi sekarang dia begitu mudah tersinggung dan menjadi sangat sensitif.  Tetapi saya menilai kalau perubahan dia adalah perubahan yang positif, tetapi sayalah yang harus berubah untuk tidak lagi menggodanya, untuk itu saya belajar menjadi teman yang baik.

Apakah Anda sudah menjadi teman yang baik bagi teman Anda? Bagaimana cara menilainya, Anda bisa membaca beberapa hal dibawah dan mereflesikannya.  Teman yang baik itu adalah:

Mendengarkan

Mendengarkan. Terdengar seperti hal yang mudah, tetapi percayalah mendengarkan bisa menjadi hal yang sulit.   Mendengarkan tanpa memotong.  Mendengarkan tanpa menghakimi. Mendengarkan dari perspektif teman kita.  Jika Anda berhasil melakukan hal tersebut, tanpa Anda sadari Anda akan memberikan tanggapan dan komentar yang membuat mereka senang, yang membuat mereka merasa kalau Anda mengerti mereka, kalau mereka sudah didengar, dan berbicara dengan Anda merupakan hal tepat dan hal positif yang mereka lakukan. Beban mereka berkurang, mereka merasa senang.  Perlu Anda ingat, bahwa Anda tidak perlu memiliki semua jawaban, dan belum tentu juga teman Anda menginginkan nasihat dari Anda.  Mereka mungkin hanya ingin bicara saja, dan terkadang dengan melepaskan semua yang mengganggu pikirannya, mereka sendiri akan menemukan solusi atas masalahnya.

Tanyakan bagaimana Anda bisa membantu mereka.

Anda peduli dengan teman Anda, dan Anda mencoba memberikan hal-hal yang menurut Anda adalah yang mereka butuh kan, tetapi kemudian Anda kecewa karena teman Anda tersebut tidak menghargainya.  Anda tidak perlu merasa kesal, karena mungkin saja hal yang Anda berikan bukan yang mereka butuh kan, dan tidak menutup kemungkinan perhatian Anda tersebut mengganggunya. Misalkan, kembali lagi ke contoh teman yang baru menjalani operasi otak. Anda ingin menghiburnya.  Selama ini dia selalu menyukai makan, dan Anda memasak berbagai masakan favoritnya.  Tetapi teman Anda tidak menunjukkan rasa tertarik terhadap makanan yang Anda kirimkan untuk dia. Tidak ada antusiasme dan tidak ada terimakasih, dan Anda merasa kalau teman Anda juga tidak menyentuh makanan Anda.

Anda berusaha melakukan hal baik. Tetapi mungkin untuk saat itu, bukan hal itu yang dibutuhkan oleh teman Anda.  Mungkin saja semenjak sembuh dari sakit, teman Anda tersebut mulai menjalani pola hidup sehat, sedangkan makanan yang Anda kirim mengandung lemak, gula, dan kalori yang tinggi.  Dengan menanyakan pada teman Anda bagaimana Anda bisa membantu mereka, Anda akan dapat membantunya secara lebih tepat, sehingga mereka akan lebih menghargainya.

Sentuhan fisik.

Sentuhan fisik di sini adalah berupa berjabat tangan, berpelukan, merangkul, menggenggam, dll. Orang Indonesia ekspresif dengan kata-kata tetapi tidak banyak yang diwujudkan dalam bentuk tindakan. Hal ini wajar, karena bagaimanapun, budaya dan agama yang menjadi panutan hidup masyarakatnya membatasi hal ini, terutama bagi teman yang berlawanan jenis.  Memeluk teman (pelukan ringan) meski berlawanan jenis, dalam budaya di beberapa negara maju adalah hal yang biasa, tetapi secara umum hal tersebut tidak umum di Indonesia. Mungkin di beberapa kota besar, dan di berapa tempat tertentu ada yang melakukannya. Anda tidak perlu juga memaksakannya. Hanya saja, sentuhan fisik, dapat menenangkan teman Anda yang tengah bersedih atau dilanda masalah. Atau tidak teman Anda tidak sedang bermasalah, sentuhan fisik ringan membuat dia merasa lebih diperhatikan dan dicintai.  Ketika Anda bertemu dengan teman Anda, apalagi Anda sudah lama tidak berjumpa dengannya, maka jangan sungkan untuk memeluknya. Bagi perempuan di Indonesia umumnya, berpelukan ringan antara sesama teman wanita, dan mencium pipi kiri dan kanan adalah hal yang biasa, terutama ketika akan berpisah.  Tetapi ada seorang kawan perempuan saya yang risih ketika melakukan salam perpisahan dengan cara itu “memang harus ya?” katanya.  Tidak harus juga sih, tetapi percayalah berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa sentuhan fisik ringan, dapat memperkuat pertemanan Anda.

Memiliki teman lintas negara terkadang menjadi tantangan sendiri.  Suatu hari, saya sedang di kampus, dan teman Amerika saya, laki-laki mengunjungi saya ke kampus.  Kita bertemu di restoran kampus di dekat perpustakaan yang banyak orang.  Saya sudah lama tidak bertemu dengan teman Amerika tersebut, satu tahun lebih, ketika ketemu kita bersalaman, dan dia mencium pipi kiri dan kanan saya (pipi dengan pipi), saya agak risih, laki-laki dan perempuan berciuman pipi, tetapi untunglah saya berada di lingkungan kampus yang berpikiran progresif.  Tetapi jika saya bisa menghindari, saya akan menghindarinya. Bagaimanapun saya orang yang masih percaya di mana bumi di pijak di satu langit harus di junjung,  kita harus menghormati budaya setempat, meski hal tersebut berhubungan dengan pertemanan.

Kembali lagi ke teman saya yang berubah, apakah saya yang salah atau dia yang berubah. Saya menganggap kalau dia memang berubah, dan untuk menjadi temannya saya juga harus berubah. Saya bisa melakukan langkah satu dan dua untuk teman saya tersebut (percayalahah dia tidak suka langkah tiga). Iya, saya mungkin memberikan hal yang tidak dia butuh kan.  Mungkin saja dia cuma membutuhkan saya untuk mendengar.

Sudahkah Anda menjadi teman yang baik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s