Sarapan untuk membangun masa otot


Jika Anda berlangganan majalah kesehatan Indonesia, atau ketika Anda melakukan browsing di internet mencari informasi mengenai sarapan tinggi protein, Anda pastinya menemukan jenis makanan yang tidak familiar dengan Anda, atau bagi masyarakat Indonesia umumnya.

Anda akan diarahkan untuk mengkonsumsi oat dan susu, dan dikombinasikan dengan buah impor seperti kiwi, blueberry, dan sejenisnya.  Tidak ada salah dengan jenis makanan tersebut, tetapi hal tersebut akan mengukuhkan image kalau body building itu mahal.  Padahal untuk membangun masa otot tidak haruslah mahal.  Kita bisa menggantinya dengan pangan lokal.

Berikut adalah contoh menu sarapan sederhana yang kaya protein.  Contoh kali ini, protein dan karbohidrat nyaris berimbang, dengan porsi cukup besar, tetapi sangat mengenyangkan.  Bagi Anda yang lagi berusaha menjaga kalori Anda dapat menyesuaikan porsi nasinya.  Tetapi jika Anda mengkonsumsi karbohidrat yang sangat rendah maka Anda juga akan merasa cepat lapar.  Tambahkan serat atau sayur menjadi keharusan.  Dan kalau bisa Anda selalu mengkonsumsi sayur dalam setiap kali makan.

Wortel disini saya tambahkan mayonaise, karena saya belum bisa dengan gaya hidup yang teratur persen sehat.  Mayonaise memang kaya akan lemak dan kalori, tetapi saya tengah tidak menurunkan berat badan, menu kali ini adalah untuk kebutuhan kalori dewasa normal tetapi tinggi protein sehingga bisa mendukung kegiatan weight lifting training saya.

Saya merasa kalau olah raga beban (squat, chest, back, dan berbagai jenis alat untuk membangun otot utama dan otot kecil lainnya) lebih pas dibandingkan dengan olahraga jenis aerobic/ cardio.   Secara fisik saya tidak terlalu kuat, saya bahkan sering sakit, tetapi semenjak saya rutin olahraga beban, saya merasa kalau secara fisik saya lebih kuat, dan rasa percaya diri saya juga meningkat.  Saya lebih mudah bergerak dan tubuh saya terasa lebih ringan.

Saya mencoba membangun masa otot secara alami, meski tidak mudah bagi cewek.   Saya tidak mengkonsumsi suplemen whey, tidak masalah dan boleh saja, tetapi saya percaya jika kita bisa mendapatkan protein yang kita butuhkan dari sumber alami, maka sebaiknya kita memaksimalkan sumber alami tersebut.

Menu kali ini, bisa juga Anda jadikan menu makan siang. Saya memang menyukai sarapan dengan porsi yang lumayan, hal ini dikarenakan saya mudah sekali lapar.  Dua telur, satu di dadar dengan sedikit minyak, dan satu direbus. Kemudian nasi, jumlah yang pas bagi Anda, tetapi jangan terlalu banyak, dan tambahkan sayuran (jika Anda tidak memiliki wortel Anda bisa menggunakan jenis sayuran lain).  Saya menambahkan sambel terasi (beli sasetan, saya suka merek Delmonte).

Estimasi kalori dari dua telur adalah 150 kkal,  dan 13 gram protein.  Kalori dari nasi merah adalah sekitar 218 kkal, dengan kandungan protein sekitar 4,5 gram.  Kalori dari wortel adalah sekitar 45, dan protein 1 gram. Kalori dari 1 sendok makan mayonaise adalah 57 kkal dan kandungan proteinnya tidak terlalu signifikan.  Berikut adalah perkiraan total kalori dan protein menu sarapan kali ini. Total kalori: 150+218+45+57 = 470 kkal, dan total protein: 18.5 gram.   Jika Anda tengah mengejar masa otot atau mempertahankan masa otot maka kemungkinan Anda akan membutuhkan lebih dari 40 gram per hari, sedangkan bagi laki-laki kebutuhan tersebut mungkin lebih besar. Hal ini dipengaruhi oleh berat, masa otot, jenis kelamin dan umur.   Dari menu tadi saya sudah memenuhi kebutuhan protein saya hampir setengahnya. Makan siang saya nanti akan memiliki kandungan protein lebih tinggi, yaitu dari dada ayam tanpa kulit dan tanpa tulang.  Sedangkan untuk snack, semaksimal mungkin saya berusaha mengkonsumsi snack yang tinggi protein seperti kacang rebus. Anda harus tetap waspada dengan konsumsi kacang-kacangan Anda, karena kalorinya yang cukup tinggi.

Dalam beberapa referensi kita dianjurkan makan dalam porsi yang lebih kecil, dan sering, hanya saja hal ini tidak begitu cocok bagi saya. Jika saya makan dalam porsi kecil, saya tidak pernah merasa kenyang, dan saya juga makan berulang dan seringnya berakhir dengan jumlah kalori melebihi porsi norma makan tiga kali sehari.

Sehingga saya kembali dengan pola makan tiga kali sehari, dengan menu seperti ini, biasanya saya baru akan merasa lapar di pukul 11.30-12.00, meski saya sarapan di pukul 07.00 pagi.  Anda harus memperkaya pengetahuan Anda berdasarkan temuan science terbaru, tetapi Anda juga haru mendengarkan tubuh Anda, dan menemukan pola yang pas bagi Anda.

Jika Anda ingin berbagi atau memiliki pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan.  Saya juga tertarik belajar dari pengalaman Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kembalilah bermimpi


Dream-Big

Saya memiliki seorang teman yang jauh lebih muda jika dibanding dengan umur saya.  Dia memiliki segudang mimpi.  Saya melihat diri saya yang dulu pada dirinya. Diri saya ketika masih seusianya dan memiliki segudang mimpi.  Seiring perjalanan hidup, jatuh bangun, terutama kita mengalami banyak kegagalan, kita cenderung untuk menghilangkan mimpi-mimpi, kita bahkan tidak berani lagi bermimpi.  Kita menyebutnya bahwa kita beranjak dewasa dan belajar menjadi realistis.  Tetapi ketika kita melakukan hal tersebut, sebagian dari diri kita mati.

Teman saya tersebut membagi mimpinya dengan saya, menceritakan harapan dan juga kegelisahannya.  Ternyata mendengarkan mimpi dia tersebut telah mengembalikan semangat yang telah lama mati pada diri saya. Dan dengannya saya mulai belajar kembali bermimpi. Saya merasa hidup kembali.  Adalah benar pepatah yang mengatakan kalau orang akan mati ketika dia berhenti untuk bermimpi. Ternyata sudah cukup lama saya menjadi pribadi yang mati.

Hidup boleh berjalan tidak sesuai rencana, tetapi bukan berarti kita berhenti berencana. Ketika kita gagal maka kita harus mencoba kembali, kembali dan kembali, hingga akhirnya kata gagal tersebut hilang dari kamus kita.

Jika Anda pernah berada di situasi at the lowest, dimana anda kehilangan segalanya, bahkan teman, dan terakhir rasa percaya diri, maka Anda akan paham ketika saya mengatakan bahwa sulit bagi Anda untuk kembali bermimpi.  Tetapi hanya dengan bermimpi itulah kita bisa bangkit kembali, tanpa itu, kita akan terus terpuruk dan akhirnya terlupakan.

Semua berubah

Roda berputar.  Hidup berubah. Tidak akan ada yang tetap sama, demikian juga dengan penderitaan dan kesedihan kita.  Kita mungkin kehilangan banyak, tetapi akan ada masa dimana kita akan mendapatkannya kembali. Tetapi untuk itu kita tidak boleh diam dan menunggu.  Kita harus berjuang dan meraihnya.

Teman saya menjadi pengingat saya, bahwa betapa saya telah mensia-siakan hidup dan larut dalam kegagalan, tetapi artikel ini, mungkin juga bisa menjadi pengingat bagi Anda bahwa inilah waktu Anda bangkit kembali.  Jika tidak sekarang kapan lagi?

Mulailah dengan perlahan

Bangkitlah. Bangkitlah secara perlahan.  Mulailah dari hal yang kecil. Pertama, Anda bisa memperbaiki diri, perbaiki pola makan Anda, berolahraga dan tingkatkan kekuatan fisik Anda, jika Anda kelebihan berat badan maka Anda bisa mencoba mengurangi kelebihan berat tersebut, percayalah dengan perubahan internal yang Anda buat maka kondisi eksternal Anda juga akan berubah.

Singkirkan yang tidak perlu

Lihat lemari kulkas Anda, lihat lemari makanan Anda, singkirkan semua jenis makanan junk food, makanan tidak sehat, makanan yang mengandung lemak dan kalor tinggi. Jika Anda merokok, cobalah untuk menguranginya atau bahkan menghentikannya. Yakinlah Anda bisa.  Bertarung dengan diri sendiri adalah hal yang paling mengasyikkan.  Kita mungkin berpikir bahwa dunia di luar sana adalah musuh kita, tetapi percayalah musuh kita sebenarnya ada di dalam diri kita.  Jika Anda bisa memenangkan pertarungan menghadapi diri Anda maka Anda akan dapat memenangkan beribu pertempuran lainnya di luar sana.

Maafkan dan lupakan

Jangan lupa memaafkan diri Anda.  Tanpa kita sadari terkadang kita lebih keras ke diri kita sendiri dibandingkan ke orang lain.  Kita bisa memaafkan orang lain, tetapi kita tidak memaafkan diri kita.  Maafkanlah.  Maafkan diri kita dan orang lain. Maaf kan dan lupakan.  Ikhlaskan.  Let it go, karena hanya dengan melakukan ini Anda bisa mencoba awal yang baru.  Forgive and forget.

Kembalilah bermimpi, dan persiapkan diri Anda untuk meraih mimpi tersebut.

 

RF, Jakarta, 8/4/2016

Blog menarik


Saya sedang jenuh ketika saya memutuskan untuk blog walking, mencari artikel untuk dibaca yang menarik untuk saya.  Kemudian saya tersangkut di blog ini, dari satu artikel berlanjut ke artikel selanjutnya.  Penulisnya luar biasa jenis menurut saya. Keahliannya menulis sudah terasah oleh berbagai pengalaman, waktu, dan jam terbang yang tinggi. Dia tidak lagi penulis biasa, dia penulis profesional. Keapikan dia dalam menulis, dipadukan dengan tokoh menarik yang ia wawancara, topik dan pertanyaan cerdas yang dia lontarkan membuat kualitas artikel yang dia tulis menjadi luar biasa, artikel yang sarat makna dan kaya dengan pembelajaran.

Jika Anda tertarik untuk membaca blog yang berkualitas, maka mainlah ke blognya: https://rustikaherlambang.com/

 

Teman, kamu telah berubah, karena itu kita harus berpisah


Saya memiliki teman, dan teman saya tersebut sudah berubah menjadi sosok yang asing bagi saya.   Terutama semenjak dia turun berat badan dan juga karier yang semakin menanjak.  Dia berubah dari itik buruk rupa menjadi angsa yang cantik menarik.  Sebagai teman saya ikut senang dengan perubahannya.  Tetapi ternyata ada sisi lain dari dirinya yang ikut berubah. Dia dulu sosok yang perhatian, baik, dan ramah, tetapi dengan semua kesuksesannya dan dengan popularitas yang semakin meningkat, dia menjadi sosok arogan dan asing.

Pertama, dia tidak lagi menyukai kegiatan outdoor

Yang membuat saya berteman dengan dia adalah karena kita memiliki hobby yang sama, kita menyenangi kegiatan outdoor.  Tidak mudah menemukan teman perempuan yang menyukai pantai dan kegiatan lain sejenis.  Tetapi semenjak dia turun berat badan, dia semakin menjadi terobsesi dengan menjadi cantik.  Tidak hanya masalah berat yang menjadi obsesinya, dia juga mulai takut jika kulitnya terkena sinar matahari.  Dia tidak pernah mau lagi diajak ke pantai.

Kedua, dia menjadi lebih materialistis

Sebagaimana umumnya para petualang, kami tidak terobsesi dengan materi. Kami menyukai kesederhanaan.  Sebelum berubah, teman saya memiliki perspektif yang sama, kami bekerja, tetapi kami tidak obses dengan menumpuk kekayaan.  Semenjak karir teman saya menanjak, dia lebih senang bergaul dengan orang-orang dari kelas diatasnya, dan tidak mau lagi berteman dengan orang dengan kelas dibawahnya.  Demikian halnya saya.  Dia semakin jarang menghabiskan waktu dengan saya, dan lebih mementingkan teman kelas atas yang baru dikenalnya.

Ketiga, dia menjadi sombong

Dia berubah menyukai barang branded dan mahal, obrolannya juga berkisar mengenai belanja dan hal sejenisnya. Dia juga jadi mudah merendahkan orang lain. Jika dulu dia bisa berteman dengan siapa saja, sekarang dia menjadi lebih pemilih.  Kita bersahabat, setidaknya dulu ketika kita masih berteman, ketika dia dalam kesusahan saya ada untuknya, dan bagaimanapun dia sepertinya tidak lupa itu.  Dia masih meluangkan waktu untuk bertemu dengan saya, tetapi entah kenapa saya tidak lagi merasa nyaman dengannya.  Saya semakin merasakan perbedaan di antara kami.

Mungkin saatnya berpisah.  Setelah sekian lama menjalani persahabatan yang hambar, akhirnya saya berniat untuk mengakhirinya.  Tidak hanya merasa tidak nyaman tetapi saya juga merasa kesal setiap di dekatnya.  Saya tidak suka orang yang arogan apalagi orang yang memandang rendah orang lain.  Dengan berbagai pertimbangan, saya memantapkan hati kalau saya harus berpisah darinya.  Saya membicarakan hal tersebut terus terang dengannya, dan dia juga setuju dengan rencana kalau kami tidak akan lagi saling bertemu.

Tidak ada yang salah dengan teman saya ataupun saya. Hanya saja, dunia berubah dan kita berubah.  Dan kita tidak lagi merasa cocok.  Saya tidak merasa kesal dengan teman saya, tidak ada marah. Tetapi memang kita sudah tidak cocok lagi. Inilah saatnya dia menemukan sahabat baru, demikian juga saya.

end-friendship_786741i

Jika Anda disituasi yang sama, mungkin tulisan ini bisa membantu. Anda masih ragu dan berusaha menyelamatkan pertemanan Anda, tetapi setiap Anda mencoba, Anda justru merasa tidak cocok.  Jangan segan melepas.  Tidak semua harus dipertahankan termasuk pertemanan, ada kalanya Anda harus melepas karena dengan itulah Anda bisa menciptakan keseimbangan baru.  Hal ini akan baik bagi Anda dan juga teman Anda tersebut.  Semua di dunia ini berubah. Mungkin terkadang kita tidak menyukai perubahan tersebut, tetapi kita harus menerimanya, dan jika itu kita lakukan, kita akan merasa lebih baik. Cobalah.

 

 

Latihan Yoga hari ini


Semenjak mengikuti yoga saya merasa tubuh dan pikiran lebih segar.   Hari ini saya kembali berlatih yoga, lebih menantang dari biasanya. Berikut adalah beberapa pose yang saya coba. Pastinya saya masih harus banyak berlatih.

Pose yang masih sulit bagi saya adalah wheel pose, gerakan menyerupai kayang.   Saya juga masih belum bisa handstand tanpa bantuan dinding.  Untuk daya topang tangan cukup lumayan, tetapi untuk keseimbagan  saya masih harus banyak berlatih.

Terkadang saya berfikir kenapa saya tidak mencoba yoga dari dulu.  Saya sudah mendengar yoga dari dulu, saya memiliki beberapa teman yang fanatik dengan yoga, tetapi saya tidak pernah tertarik mencoba.

Yoga memang bukan untuk semua orang, menurut saya orang yang tertarik yoga telah melewati tahapan tertentu dalam hidup yang membuat dia lebih menghayati hidup dan mencari kedalaman makna.

Apakah anda juga berlatih yoga? jika belum tetapi tertarik untuk mencoba, segeralah daftarkan diri anda, dan dijamin anda akan mendapatkan banyak manfaat.  Secara ringkas, yoga membuat disiplin, membuat  tubuh lebih segar, fleksibel dan juga lebih kuat.  Yoga membuat nafas lebih teratur dan pikiran lebih rileks.

 

 

Sudahkah anda menjadi teman yang baik?


 

 

o-FRIENDS-facebook

friendships

Saya memulai pagi dengan membaca beberapa artikel mengenai menjadi bagaimana cara menjadi teman yang baik.  Kenapa saya melakukannya? Karena saat ini saya sedang memikirkan satu orang sahabat, yang entah kenapa saya merasa kalau dia berubah.  Memang ada banyak perubahan besar dalam hidupnya, dia baru saja menjalani operasi bedah otak, tetapi syukurlah hal tersebut tidak terkait dengan kanker dan tumor.  Dia sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasa tetapi saya merasa ada yang hilang darinya, spontanitas dan sikap cuek yang sudah menjadi ciri khasnya.  Dia cuek, dan sangat cuek, yang membuat kita tergoda untuk mengatakan ha-hal yang seharusnya tidak kita katakan, kita menggodanya, kita mem-bully-nya.  Sadar atau tidak terkadang kita agak sedikit kejam dengan teman kita sendiri. Selama ini dia selalu menanggapi semua hal dengan santai, tetapi sekarang dia begitu mudah tersinggung dan menjadi sangat sensitif.  Tetapi saya menilai kalau perubahan dia adalah perubahan yang positif, tetapi sayalah yang harus berubah untuk tidak lagi menggodanya, untuk itu saya belajar menjadi teman yang baik.

Apakah Anda sudah menjadi teman yang baik bagi teman Anda? Bagaimana cara menilainya, Anda bisa membaca beberapa hal dibawah dan mereflesikannya.  Teman yang baik itu adalah:

Mendengarkan

Mendengarkan. Terdengar seperti hal yang mudah, tetapi percayalah mendengarkan bisa menjadi hal yang sulit.   Mendengarkan tanpa memotong.  Mendengarkan tanpa menghakimi. Mendengarkan dari perspektif teman kita.  Jika Anda berhasil melakukan hal tersebut, tanpa Anda sadari Anda akan memberikan tanggapan dan komentar yang membuat mereka senang, yang membuat mereka merasa kalau Anda mengerti mereka, kalau mereka sudah didengar, dan berbicara dengan Anda merupakan hal tepat dan hal positif yang mereka lakukan. Beban mereka berkurang, mereka merasa senang.  Perlu Anda ingat, bahwa Anda tidak perlu memiliki semua jawaban, dan belum tentu juga teman Anda menginginkan nasihat dari Anda.  Mereka mungkin hanya ingin bicara saja, dan terkadang dengan melepaskan semua yang mengganggu pikirannya, mereka sendiri akan menemukan solusi atas masalahnya.

Tanyakan bagaimana Anda bisa membantu mereka.

Anda peduli dengan teman Anda, dan Anda mencoba memberikan hal-hal yang menurut Anda adalah yang mereka butuh kan, tetapi kemudian Anda kecewa karena teman Anda tersebut tidak menghargainya.  Anda tidak perlu merasa kesal, karena mungkin saja hal yang Anda berikan bukan yang mereka butuh kan, dan tidak menutup kemungkinan perhatian Anda tersebut mengganggunya. Misalkan, kembali lagi ke contoh teman yang baru menjalani operasi otak. Anda ingin menghiburnya.  Selama ini dia selalu menyukai makan, dan Anda memasak berbagai masakan favoritnya.  Tetapi teman Anda tidak menunjukkan rasa tertarik terhadap makanan yang Anda kirimkan untuk dia. Tidak ada antusiasme dan tidak ada terimakasih, dan Anda merasa kalau teman Anda juga tidak menyentuh makanan Anda.

Anda berusaha melakukan hal baik. Tetapi mungkin untuk saat itu, bukan hal itu yang dibutuhkan oleh teman Anda.  Mungkin saja semenjak sembuh dari sakit, teman Anda tersebut mulai menjalani pola hidup sehat, sedangkan makanan yang Anda kirim mengandung lemak, gula, dan kalori yang tinggi.  Dengan menanyakan pada teman Anda bagaimana Anda bisa membantu mereka, Anda akan dapat membantunya secara lebih tepat, sehingga mereka akan lebih menghargainya.

Sentuhan fisik.

Sentuhan fisik di sini adalah berupa berjabat tangan, berpelukan, merangkul, menggenggam, dll. Orang Indonesia ekspresif dengan kata-kata tetapi tidak banyak yang diwujudkan dalam bentuk tindakan. Hal ini wajar, karena bagaimanapun, budaya dan agama yang menjadi panutan hidup masyarakatnya membatasi hal ini, terutama bagi teman yang berlawanan jenis.  Memeluk teman (pelukan ringan) meski berlawanan jenis, dalam budaya di beberapa negara maju adalah hal yang biasa, tetapi secara umum hal tersebut tidak umum di Indonesia. Mungkin di beberapa kota besar, dan di berapa tempat tertentu ada yang melakukannya. Anda tidak perlu juga memaksakannya. Hanya saja, sentuhan fisik, dapat menenangkan teman Anda yang tengah bersedih atau dilanda masalah. Atau tidak teman Anda tidak sedang bermasalah, sentuhan fisik ringan membuat dia merasa lebih diperhatikan dan dicintai.  Ketika Anda bertemu dengan teman Anda, apalagi Anda sudah lama tidak berjumpa dengannya, maka jangan sungkan untuk memeluknya. Bagi perempuan di Indonesia umumnya, berpelukan ringan antara sesama teman wanita, dan mencium pipi kiri dan kanan adalah hal yang biasa, terutama ketika akan berpisah.  Tetapi ada seorang kawan perempuan saya yang risih ketika melakukan salam perpisahan dengan cara itu “memang harus ya?” katanya.  Tidak harus juga sih, tetapi percayalah berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa sentuhan fisik ringan, dapat memperkuat pertemanan Anda.

Memiliki teman lintas negara terkadang menjadi tantangan sendiri.  Suatu hari, saya sedang di kampus, dan teman Amerika saya, laki-laki mengunjungi saya ke kampus.  Kita bertemu di restoran kampus di dekat perpustakaan yang banyak orang.  Saya sudah lama tidak bertemu dengan teman Amerika tersebut, satu tahun lebih, ketika ketemu kita bersalaman, dan dia mencium pipi kiri dan kanan saya (pipi dengan pipi), saya agak risih, laki-laki dan perempuan berciuman pipi, tetapi untunglah saya berada di lingkungan kampus yang berpikiran progresif.  Tetapi jika saya bisa menghindari, saya akan menghindarinya. Bagaimanapun saya orang yang masih percaya di mana bumi di pijak di satu langit harus di junjung,  kita harus menghormati budaya setempat, meski hal tersebut berhubungan dengan pertemanan.

Kembali lagi ke teman saya yang berubah, apakah saya yang salah atau dia yang berubah. Saya menganggap kalau dia memang berubah, dan untuk menjadi temannya saya juga harus berubah. Saya bisa melakukan langkah satu dan dua untuk teman saya tersebut (percayalahah dia tidak suka langkah tiga). Iya, saya mungkin memberikan hal yang tidak dia butuh kan.  Mungkin saja dia cuma membutuhkan saya untuk mendengar.

Sudahkah Anda menjadi teman yang baik?

Satu bulan puasa berat naik 2.5 KG


bubur sumsumResep-Kolak-Biji-Salak

Saya sangat yakin kalau saya tidak sendirian. Naik berat badan sehabis puasa dan lebaran. Sebenarnya agak ironis, ketika berpuasa selama satu bulan penuh tetapi berat badan justru naik. Tetapi ketika diingat kembali bagaimana saya makan tidak terkontrol ketika berbuka hingga tengah malam, dan juga makan banyak ketika sahur semua menjadi terasa masuk akal. Apalagi ketika lebaran, semua jenis lemak, gula, dan semua makanan berkalori tinggi lainnya saya hajar.  Saya memadamkan semua rambu-rambu.  Saya membiarkan diri lepas dan bebas. Hari kemenangan, cuma satu kali setahun, saya memberikan diri pembenaran.

serabi

Sehari-hari di luar puasa dan lebaran, saya cukup disiplin dengan makanan. Tetapi sebelumnya saya harus membuat pengakuan. Saya senang makan. Senang sekali. Saya selalu merasa lapar. Dan ketika saya makan saya susah berhenti. Saya bisa menghindari gorengan, tetapi saya menyukai makanan manis. Saya bisa tidak makan cake coklat atau ice cream, tetapi saya tetap harus mengkonsumsi makanan manis, ya, saya masih kesulitan menghindari yang namanya gula baik putih atau merah. Gula tebu atau gula kelapa. Bahkan juga madu dan kurma.  Salah satu doa saya kepada Tuhan adalah menghentikan hobby makan saya.  Menghentikan otak yang selalu memikirkan makanan.  Banyak hal yang harus saya fikirkan. Iya, hidup itu berat.  Tetapi makanan sudah mengambil alih semua ruang di otak saya, sehingga pagi, siang dan malam yang saya bayangkan adalah makanan yang saya inginkan.

Selama ini saya makan banyak tetapi saya menggantinya dengan jenis sehat. Semaksimal mungkin saya berusaha, meski tidak selalu berhasil. Tetapi sering juga berhasil. Selain itu saya juga olah raga. Sehingga sebelum puasa berat saya relatif normal, dan stabil. Meski… makan saya banyak. Saya makan dengan porsi lebih banyak dari makan rata-rata perempuan Indonesia. Saya makan dengan piring penuh, dan juga ada beberapa mangkok lain yang menunggu, dan saya menghabiskan semuanya dalam satu kali duduk. Anda pasti menyangka saya kuli. Saya berharap kalau saya memang demikian. Karena jika kuli, meski makan banyak energi yang masuk akan dibakar. Tetapi saya lebih banyak menggunakan otak dibanding fisik. Kesempatan saya olahraga adalah ketika saya ke Gym, dan itu hanya tiga kali seminggu. Satu jam di Gym paling saya hanya membakar 300 kalori, sedangkan satu bungkus nasi padang bernilai sekitar 600 kalori. 15 menit menghabiskan satu bungkus nasi padang setara dengan olahraga di gym, memang hidup itu tidak adil.  Tetapi tunggu dulu.. saya sudah lama tidak makan nasi padang. Seperti yang saya bilang, saya makan banyak tetapi saya bijak dan cerdas dalam memilih jenis makanan.  Saya mengkonsumsi banyak buah dan sayur, tinggi protein dan rendah karbohidrat. Saya sudah membatasi konsumsi lemak tetapi saya masih sulit mengontrol konsumsi gula (makanan manis).

Kembali lagi ke bulan puasa dan lebaran, itu semua memang kesalahan saya. Saya tergoda dan tidak lagi disiplin dengan pola hidup sehat saya.  Bayangkan sehabis berbuka, dengan konsumsi sekitar 1500 kalori (banyak lemak dan karbohidrat), saya tidur. Kemudian jam 11 malam bangun lagi, makan sekitar 1000 kalori (makan kolak, bubur dan sejenisnya), akan selama satu jam kemudian tidur lagi. Habis sahur sehabis makan banyak juga tidur, sekitar 500 kalori.

Tetapi saya tidak merasa bersalah. Berat saya naik 2.5 kilo. Dan mulai besok saya akan kembali menjalani hidup sehat.  Makan teratur dan terkontrol. Aktivitas fisik dan istirahat yang teratur.  Tetapi pelajaran yang bisa saya petik adalah memang konsumsi gula (makanan manis) memang harus dibatasi karena kalorinya yang tinggi.  Selain itu, hindari makan banyak menjelang tidur, karena kelebihan energi akan langsung disimpan menjadi lemak.

Bagaimana dengan Anda? Selamat bagi yang berhasil menurunkan berat badan selama bulan puasa.  Anda adalah penenang sebenarnya. Seperti motto the biggest loser, winning by losing..

 

Note: sumber foto dari google.